Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Gig Economy dan Gig Worker?


Penamorf - Halo sobat Pena! Bagaimana kabarmu? Semoga dalam keadaan baik-baik saja dan dalam lindungan Tuhan. Merebaknya pandemi yang bermula di kota Wuhan (China) membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. 

Semua sektor juga terdampak. Mulai dari sektor pendidikan, sektor pariwisata, sektor ekonomi kreatif, dan lain-lain.  Yang paling jelas adalah pola kerja yang berubah total. Tadinya kerja secara offline dengan pergi ke kantor atau kelapangan. Lalu berubah menjadi WFH semenjak pandemi merebak. 

Penelitian perubahan pola kerja ini dilakukan banyak ahli di Amerika Serikat. Disana pengangguran naik mencapai `17 persen.  Pengangguran ini mencari cara baru untuk mencari nafkah. Di Indonesia juga serupa.

Dengan pola kerja berubah, munculah istilah Gig Economy. Apa itu Gig Economy? Ini dia penjelasannya : 

Definisi Gig Economy dan Gig Worker

Berkembangnya teknologi di era digital 4.0 istilah Gig Economy mulai dikenal. Sebenarnya apa sih Gig Economy itu? 
  • BBC. Gig Economy adalah pasar tenaga kerja yang identik dengan karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja lepas (freelancer)
  • TechTarget. Gig Economy terbagi menjadi Gig dan Economy. Yang artinya Gig adalah hiburan jadi Gig Economy adalah pekerjaan didunia hiburan yang biasanya bekerja dalam jangka waktu yang relatif pendek. 
Kesmpulannya adalah gig economy merupakan sistem kerja dimana lembaga atau perusahaan terkait lebih memilih pekerja independen atau pekerja jangka pendek. 

Sedangkan istilah Gig Worker mengacu pada  orang yang melakukan Gig Economy. Gig worker adalah seorang pekerja lepas yang terikat kontrak perusahaan dalam kurun waktu tertentu

Berapa jumlah Gig Worker?

Jumlah pekerja Gig Economy atau Gig Worker sendiri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Di Indonesia jumlah pekerja lepas berkisar sekitar 5.80 juta orang. Angka tersebut dari Badan Pusat Statistik tahun 2019.

Berbeda dengan Indonesia. Perkembangan Gig Worker di Amerika Serikat justru jauh lebih pesat. Dari tahun 2015 perkembanganya mencapai 21%  hingga tahun 2019.

Ternyata Gig Worker dan Freelancer itu beda

Pada dasarnya bila dilihat secara general Gig Worker dan Freelancer itu serupa. Mereka sama sama tidak kerja dikantor. Tapi dari durasi kontrak kerja jelas berbeda. Gig Worker terikat waktu lebih lama dibanding dengan freelancer. 
 
Freelancer hanya mengerjakan suatu project saja. Setelah selesai ya sudah selesai. Kalau Gig Worker terikat lebih lama dengan perusahaan. 

Penyebab munculnya Gig Worker

Menurut majalah Forbes, generasi milenial pada tahun 2030 nanti tidak ada yang betah dengan pola kerja berangkat jam 9 pagi pulang pukul 5 sore. Hal ini karena dianggao kuno dan membosankan. 

Munculnya gig worker tidak lain disebabkan oleh majunya teknologi. Selain itu trend buruh siap kerja dengan skill tinggi juga meningkat drastis.

Kelebihan adanya Gig  Economy

Kelebihan Gig Economy dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu dari sisi perusahaan atau entitas bisnis dan dari sisi gig worker itu sendiri. 

Dari sisi entitas bisnis :

  1. Keahlian sesuai dengan permintaan
  2. Meningkatkan performa perusahaan
  3. Akses gig worker bisa secara global
  4. Penghematan biaya perusahaan 
Dari sisi gig worker sendiri : 
  1. Memiliki fleksibilitas tinggi
  2. Pekerjaan yang lebih idealis
  3. Bisa nego gaji lebih tinggi bila keahlian semakin bagus

Kekurangan adanya Gig Economy

Sama halnya dengan kelebihan. Kekurangan adanya Gig Economy bisa dilihat dari dua sudut pandang sekaligus. 

Dari sisi entitas bisnis : 

  1.  Tidak memiliki kontrol pekerjaan secara penuh
  2. Kurang bisa mengatur gig worker secara langsung
  3. Perlu manajemen yang tinggi

Dari sisi gig worker sendiri :

  1. Kontrol diri akan konsisten dan disiplin dalam mengerjakan pekerjaan
  2. Perlunya stabilitas akses internet 
Yap itu dia pembahasan mengenai gig economy dan juga gig worker. Keduanya saat ini berkembang seiring berjalannya waktu. Bagaimana, apakah kamu tertarik menjadi gig worker?