Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Kenapa Usia 20 tahunan itu usia yang paling berat

 

Penamorf -  Ketika kecil ingin tumbuh menjadi dewasa. Ketika dewasa rasanya ingin menjadi anak-anak lagi.

Faktanya tumbuh dewasa bukanlah hal yang mudah.  Dari sudut pandang anak-anak yang melihat orang dewasa, menjadi dewasa adalah kenikmatan yang diidam-idamkan. Kenapa? 

Karena terlihat bebas. Tidak diatur-atur, bisa melakukan ini-itu,  pergi kemanapun bebas, bisa mencari uang, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa dilakukan oleh orang dewasa.

Sayangnya itu hanya terlihat dari luar. Faktanya ketika menyentuh usia dewasa di usia sekitar 20 tahunan adalah banyak hal diluar dugaan.  Sebut saja ada kegagalan, kesedihan, dan berbagai alasan yang membuat usia 20 tahun itu terasa berat.

Berikut  adalah alasan kenapa usia 20 tahunan itu usia yang paling berat : 

1.  Dipertemukan dengan banyak problematika 

Proses pendewasaan  sudah pasti menghadapi banyak masalah.  Masalah datang dari berbagai  bidang. Mulai dari romansa, pertemanan, hingga kuliah dan pekerjaan. 

Masalah itu menguras mental, mengaduk-aduk emosi, dan kerap kali menghabiskan uang yang jumlahnya memang tidak sedikit. Problematika itu mengasah diri kita menjadi orang yang tentunya lebih bijak dalam bersikap dan menghadapi sesuatu. 

2. Memikirkan dan berusaha mandiri secara finansial

Umur 20 tahunan dorongan untuk membantu ekonomi keluarga dan mandiri secara finansial pasti semakin kuat. Adanya hasrat untuk mengambil alih tanggung jawab ekonomi semakin besar.

Bukan hanya mengandalkan gaji hasil kerja saja. Tapi terfikir ide kreatif lainnya untuk menambahkan pundi pundi uang. 

Mulai dari thrifting, jual jasa edit, partime di cafe, dan masih banyak lagi. 

3.  Pikiran mulai bercabang, apalagi soal pekerjaan

Salah satu alasan kenapa dipaksa dewasa ketika usia 20an itu tidak enak adalah gampang mikir. Mikir uang, mikirin cicilan, mikir keluarga, dan masih banyak lagi. 

Belum lagi kalau pekerjaan yang dijalani di usia 20 tahun lagi ada konflik. Wah repot juga kan. Mau resign sayang. Kalau ngga resign mental berantakan.

4. Pengennya healing, tapi sadar budget nipis + hemat demi masa depan

Salah satu indikator menjadi dewasa adalah memprioritaskan masa depan. Memprioritaskan masa depan  akan mengorbankan banyak hal. 

Kesenangan kecil seperti nongkrong-nongkrong, hahahihi bareng kawan semakin berkurang. Fokus nabung, bangun usaha kecil-kecilan demi keluarga kelak. 

5.  comparing 

Membandingkan hidup sepertinya menjadi makanan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai orang yang tumbuh dewasa kadang ada di titik melihat orang lain. 

Pencapaian teman sebaya yang sudah menjadi ini itu, berkeluarga, memiliki bisnis. Kadang membandingkan diri dengan pencapaian orang lain membuat diri kita insecure. 

Tapi percayalah bahwa setiap orang memiliki jalannya sendiri dan  timeline  yang berbeda.

Yap itu dia alasan kenapa usia 20 tahunan itu usia yang paling berat. Jangan terlalu dipikir ya ! nanti cepet tua.