Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FOMO dan dampaknya pada bidang finansial

FOMO
Penamorf - Halo sobat Pena! Bagaimana kabarmu? Hmm admin harap sehat ya! Kalau melihat trend yang berkembang, bagaimana respon kamu? Apakah tipikal pengamat atau tipikal yang bakal ikutan nyemplung  ke trend tersebut? 

Mengikuti trend pada dasarnya bukan hal yang buruk. Tetapi kalau kamu tidak tahu apa yang diikuti bisa bahaya juga. Semenjak viralnya Ghozali Everyday, banyak orang yang terjun juga ke dunia NFT. Sebelumnya pas trend crypto di Indonesia naik dengan Dogecoin yang di-up sama Elon musk juga demikian. Banyak yang ikut-ikutan. 

Ternyata ada istilah untuk hal tersebut. Namanya adalah FOMO. Kepanjangan dari Fear of Missing Out. Kira-kira apa definisi FOMO sesungguhnya? Apakah ada  dampaknya dibidang finansial? ini dia penjelasannya : 

Pengertian FOMO

FOMO memiliki kepanjangan Fear of Missing Out.Istilah ini dipopulerkan Dr. Andrew K Przybylski ditahun 2013. FOMO merupakan sindrom yang membuat orang harus mengikuti sebuah tren yang tidak boleh dilewatkan.

Tentunya hal tersebut bukanlah hal yang baik. Apalagi mengharuskan trend yang belum tentu positif bisa berdampak buruk.

FOMO dalam dunia finansial

Dalam dunia finansial rata-rata orang yang terkena FOMO  adalah mereka yang baru terjun di dunia investasi. Investor pemula ini kebanyakan akan mengikuti aksi dan langkah investor atau influencer finansial lainnya.  Dampak FOMO dalam dunia finansial rata-rata memiliki dampak buruk. Berikut adalah penjabarannya : 

A. Mengambil instrumen investasi yang salah

Investasi sendiri bukanlah hal bebas seperti kamu memilih jalan kehidupan. Untuk memilih instrumen investasi perlu dipikir matang-matang.  Mulai dari risiko, tingkat likuiditas dan prospek jangka panjang. 

Beberapa kejadian yang lalu saat trend crypto rame dengan naiknya Dogecoin, banyak yang ikut nyebur juga. Ada yang untung, dan ada yang rugi. Kebanyakan mereka ikut-ikutan saja karena saking hebohnya

B. Orang awam bisa utang demi ikutan trend

Beberapa kasus ada orang yang sampai utang demi ikutan suatu trend. FOMO kerap kali membuat orang segera ikutan atau takut ketinggalan dan tidak dapat keuntungan. Beberapa waktu lalu saat crypto naik, ada orang yang terjerat pinjol hanya karena ikutan beli crypto. 

Tentunya akan merugikan, karena masih ada jatuh tempo pembayaran utang pokok dan bunga. Jadi jangan sampai kejebak FOMO, apalagi memaksa dengan berhutang.

Menghindari FOMO agar sehat finansial

Terjebak FOMO tentu akan mempengaruhi kualitas hidupmu. Kamu bisa saja mengalami pusing kepanjangan. Disisi yang satu kamu takut tidak bisa cuan, disisi lain kamu juga takut rugi. Berikut adalah tips menghindari FOMO agar sehat finansial :

A. Riset dengan detail

Kemajuan internet dan teknologi membuat kita mudah mencari informasi. Sebelum kamu terbawa arus informasi yang datang dari sosial media, berita, dan lainnya, pastikan riset dulu.  Riset untuk investasi harus dilakukan dengan matang dan jangan termakan satu sumber saja

B. Buat rencana Investasi 

Investasi diharapkan membuat dana yang dikeluarkan balik dengan nominal yang lebih banyak. Investasi sendiri perlu konsisten dan strategi agar bisa mencapai kondisi finansial yang diinginkan.  Buatlah rencana investasi yang wajib kamu lakukan setiap bulan. 

Rutinitas investasi yang dijadwalkan setidaknya akan mengalihkan fokus dari FOMO yang belum tentu membawa keuntungan.