Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Dampak Buta Keuangan dan Cara Mengatasinya

5 Dampak Buta Keuangan dan Cara Mengatasinya

Penamorf Buta keuangan saat ini menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Dan sangat disayangkan pendidikan keuangan (literasi finansial)   yang menjadi penangkal buta keuangan tidak diajarkan di sekolah. 

Padahal pendidikan keuangan merupakan ilmu yang  berguna dalam kehidupan.

Sobat  pasti punyakan tujuan finansial?

Sebut saja seperti memiliki rumah di usia Z, memiliki dana pensiun sebesar Rp.XYZ di usia X, dan lain-lain. 

Buta keuangan bisa menghambat sobat untuk mencapai tujuan-tujuan finansial tadi. Jangan ngarep tercapai sesuai target, yang ada molor. 

Sebenarnya mau molor, dipercepat, atau tepat waktu tidak masalah ! Cuma kan kita tidak tahu bagaimana nantinya.  Apakah ada kejadian darurat, ada  phk, atau hal berdampak pada finansial lainnya.

Lagi-lagi situasi seperti apapun entah darurat atau biasa juga harusmenjalaninya dengan uang.  Seberapa ngeri si kalau kita buta keuangan. 

Ini dia  dampak dari buta keuangan yang wajib sobat ketahui :

1. Membuat orang lain kesal

Buta keuangan bisa membuat seseorang kesal loh! Gimana caranya bikin orang kesel?  Bila sobat ketikan di Google "penyebab perceraian", rata-rata penyebab utamanya adalah faktor ekonomi. 

Faktor ekonomi bisa membuat pertengkaran hebat. Entah karena terlilit hutang, adanya kebutuhan yang tidak tercukupi, dan lain-lain. 

Kasus lainnya adalah saat pinjam uang ke orang lain. Kalau tidak bisa mengembalikan, bisa hilang kepercayaan dan hubungan pertemanan.

2. Menjadi Investor yang buruk 

Supaya uang bekerja dan memberikan keuntungan untuk masa depan, caranya tentu saja dengan berinvestasi. 

Untuk berinvestasi, sobat harus punya ilmunya dulu. Sayangnya kalau buta keuangan, keputusan berinvestasi bisa jadi salah dan merugikan di kemudian hari.

Misal untuk tujuan jangka pendek, malah investasi pada instrumen dengan risiko tinggi seperti saham. Padahal alangkah bagusnya kalau invest jangka pendek ya di RDP atau instrumen yang tidak terlalu fluktuatif. 

3.  Benci pada hidup 

Sobat, diluar sana banyak orang yang membenci pekerjaannya. Seberapa besar gaji yang didapat juga percuma, bila buta keuangan. 

Kenapa? karena tidak tahu caranya memanage keuangan yang baik. Misalkan punya utang lebih dari 30%  gaji, terus gaya hidup boros lagi.  Gimana bisa bahagia di masa depan? kalau penghasilan saja tidak bisa disisihkan untuk masa depan. 

4.  Mengasihani  diri seolah jadi korban

Perekonomian dunia terus bergerak, dan tidak terus-terusan stabil.  Market saham bisa ambruk dan hancur-hancuran. Market crypto bisa crash tiba-tiba. 

Tanpa aba-aba aset yang diinvestasikan menguap bagai air mendidih. 

Ternyata buta keuangan akan menyebabkan seseorang merasa menjadi korban bila ekonomi sedang tidak baik-baik saja. 

Bisa jadi saat mengalami kerugian malah menyalahkan orang lain (entah orang  kaya atau influencer). Padahal dalam investasi itu penting sekali do your own research. 

5. Melakukan tindak kriminal 

Apakah buta keuangan bisa membuat seseorang menjadi pelaku kriminal? Jawabannya ya, jelas bisa.  orang yang melek secara finansialpun  bisa jadi pelaku dengan mengadakan invstasi bodong, menjadi pelaku wanprestasi, dan lain-lain. 

Buta keuangan bisa membuat seseorang terjepit secara ekonomi. Dan melakukan  tindak kriminal seperti pencurian, penipuan, atau kasus lainnya yang digunakan untuk mendapatkan uang

Solusi Buta Keuangan 

Belajar literasi finansial merupakan obat ampuh buat sobat yang ingin melek secara finansial.  Bagi sobat Pena untuk meningkatkan literasi finansial bisa banget menggunakan 2 cara. 

Cara berbayar bisa mengikuti kelas online. Dan cara gratis bisa gabung ke komunitas OneAset. Sobat bisa nih jadi OneBestie dengan gabung OneAset melalui link berikut : Daftar OneAset. Gunakan kode 7RM6 untuk aktivasi komunitas.

Sekian ........