Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar Bank Digital di Indonesia

Daftar Bank Digital di Indonesia

Penamorf  - Bank digital dan Neobank saat ini semakin banyak jumlahnya di Indonesia. Mereka semua berlomba-lomba mendapatkan nasabah dengan menawarkan berbagai fitur, program dan produk yang cukup menarik. 

Mulai dari kode referal yang nominalnya cukup besar, program deposito dengan bunga yang lumayan, dan  ada juga yang mengadakan promo kerjasama dengan pusat perbelanjaan. 

Pada kesempatan kali ini Penamorf akan membahas mengenai neobank dan bank digital yang sudah memiliki izin OJK. BTW Bank Digital dan Neobank itu berbeda ya! 

Penjelasan Neobank : Apa itu Neobank dan perbedaan dengan bank digital

 Kira-kira siapa saja mereka? Ini dia daftarnya : 

1. Jenius 


Jenius merupakan pelopor bank digital pertama di Indonesia. Bank yang satu ini dikenal karena marketing offlinenya yang cukup masif. Hampir di setiap mall ada mbak-mbak yang menawarkan Jenius pada kurun waktu 2018-2019.

BTW Jenius berada dibawah naungan Bank BTPN.  Dan meluncur secara resmi pada tahun 2016. 

Dilansir dari Suara.com, pengguna bulanan bank digital Jenius merupakan terbanyak di Indonesia. Total per akhir 2021 ada 2 juta  pengguna Jenius yang aktif menggunakannya.

2. Bank Jago 


Bank Jago merupakan bank yang sebelumnya bernama Bank Artos Indonesia (PT. Bank Artos Indonesia Tbk). 

Pada tahun 2016, PT. Bank Artos Indonesia tbk melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten ARTO. 

Tahun 2020,PT. Bank Artos Indonesia berubah nama menjadi PT. Bank Jago Tbk. Dan di bulan Desember 2020, Gojek mengakuisisi saham Bank Jago sebesar 22%. 

Pada kuartal ke-1 tahun 2022, Bank Jago mencatatkan laba sebesar Rp9 Miliar.

3. Bank Neo Commerce


Bank Neo Commerce merupakan neobank yang ramai karena program referalnya. Banyak orang di luar sana berhasil mendapat komisi dalam jumlah besar karena menggunakan referal yang mereka miliki. 

Dulunya BNC memiliki nama Bank Yudha Bhakti dan melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten BBYD pada tahun 2015. 

Di tahun 2022, Akulaku memiliki  kepemilikan saham  BNC sebesar 25.61%. Dan kabarnya akan ditingkatkan sampai 40%. 

4. Digibank 


Digibank merupakan bank digital yang disediakan oleh Bank DBS Indonesia. Bank DBS merupakan bank yang berpusat di Singapura. 

Digibank hadir di Indonesia sejak tahun 2018 dengan menyediakan berbagai layanan. Mulai dari  tabungan, deposito, KTA, dan lain-lain. 

5. TMRW



TMRW merupakan bank digital dengan induk utamanya Bank UOB Indonesia. Mengikuti langkah Bank DBS, UOB yang juga  berasal dari Singapura  tidak mau kalah menggaet nasabah di Indonesia

TMRW menyasar pengguna dari golongan muda di Indonesia. Fitur-fitur TMRW terdiri dari fasilitas kartu kredit TMRW, rekening TMRW,  TMRW Powe Saver, TMRW pay.

6. LINE Bank 


LINE merupakan salah satu aplikasi chat selain WhatsApp dan Telegram yang terkenal karena stiker lucunya.  Dan tahun 2021, LINE digandeng Hana Bank bekerjasama untuk terjun di layanan perbankan digital di Indonesia. 

PT. Bank KEB Hana Indonesia meluncurkan LINE Bank pada Juli 2021. Produk Line Bank sendiri menargetkan generasi milenial dan generasi Z. 

7. Seabank



Seabank merupakan bank digital dibawah naungan PT. Bank Seabank Indonesia, yang mana bagian dari Sea Group. Sea Group merupakan induk dari e-commerce Shopee dan developer game online Garena yang berpusat di Singapura.

Seabank sebelumnya dikenal sebagai PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE).  Pada Februari 2021, PT. Bank Kesejahreraan Ekonomi diakuisisi oleh Sea Group. 

8. BLU 


BLU merupakan bank digital dari PT. Bank Digital BCA yang diluncurkan pada bulan Juli 2021.  BCA meluncurkan BLU dengan mengincar golongan milenial. 

Per April 2022, BLU memiliki jumlah pengguna mencapai 670.000. Menurut  finansial.bisnis.com, rata-rata penggunanya berasal dari DKI Jakarta.

9. Allo Bank


Allo Bank merupakan bank digital yang baru dirilis pada bulan Mei 2022. Pada saat peluncuran, Allo Bank mengadakan festival yang mengundang bintang KPOP. 

Dari awal peluncuran saja sudah jelas, target pengguna Allo Bank adalah kaum muda yang terdiri dari milenial dan Gen-z. 

Chairul Tanjung selaku Co-Founder mengharapkan Allo Bank bisa menjadi bank digital masa depan yang memiliki ekosistem luas di Indonesia. 

10. Motion Banking 


Motion Banking merupakan bank digital dari Bank MNC. Diluncurkan pada  Juni 2021, Motion Banking sampai saat ini masih ada eksistensinya. Meskipun disaat peluncuran, Motion Banking tidak melakukan promosi yang begitu masif. Saat ini masih ada penggunanya.

11. Wokee+


Wokee adalah bank digital dibawah PT. Bank KB Bukopin Tbk. Diluncurkan pada tahun 2017,  Wokee memberikan berbagai fasilitas seperti bank digital pada umumnya. 

Dilansir dari finansial.bisnis.com, Wokee akan melakukan rebranding  lagi tahun ini (2022). Hal ini dikarenakan mengejar ketertinggalan dalam persaingan bank digital

12. Bank Aladin


Sebagian besar bank digital yang hadir di Indonesia merupakan bank konvensional. Bank Aladin merupakan bank digital dengan prinsip syariah di Indonesia. 

Induk dari Bank Aladin adalah PT. Bank Aladin Syariah Tbk. Sebelumnya nama perusahaan dibalik Bank Aladin adalah perusahaan Maybank Nusa Internasional (joint venture antara Maybank dan Bank Nusa Nasional) 

Itu dia daftar perusahaan bank digital dan neobank yang ada di Indonesia.  Bank-bank diatas saat ini masih ada dan beroperasi secara daring.