Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melihat fenomena bonus geografi yang ada di India

 

Penamorf -  Halo sobat Pena! Sudah lama tidak bersua. Sebenarnya admin pena sendiri sedang asik belajar Bahasa Jepang. Doain saja tahun depang pergi untuk kerja di Negeri Matahari Terbit. 

Beberapa waktu yang lalu admin menonton sebuah video  dari  channel Youtube Sepulang Sekolah.Salah satu video yang admin tonton adalah video tentang krisis pengangguran di India. Saat ini India berhasil menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Berhasil menyalip China sebagai negara nomer wahid dengan penduduk terbanyak selama lebih dari 2 dekade. 

Tantangan India sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia tentunya menambah persoalan  ekonomi dan sosial.  Salah satunya bagaimana pemerintah memanfaatkan usia produktif  dengan membuka lapangan pekerjaan. 

Bonus demografi di India ternyata menjadi boomerang tersendiri. Krisis pengangguran  di India semakin parah dan  setiap tahun angka pengangguran bertambah. Kabarnya ada 100 juta orang yang ada di India saat ini mnganggur. 

Faktor-faktor yang menyebabkan krisis pengangguran di India :

1. Jumlah penduduk yang semakin bertambah 

India bukanlah negara yang bisa diremehkan. Negara dengan penduduk terbanyak ini memiliki sisi gelap sebagai negara yang tidak bisa mengkontrol angka kelahirannya. 

Wajar bila penduduknya terus bertambah dari waktu ke waktu.  Keteledoran India terlihat dari sisi dimana pemerintah tidak bisa mendukung penuh berkembangnya sektor swasta untuk membuka lapangan pekerjaan. 

2. Banyak universitas abal-abal

Meskipun India dikenal sebagai negara dengan  CEO perusahaan ternama yang jumlahnya cukup besar. Sayangnya di dalam negeri India sendiri ada banyak universitas yang memiliki kualitas yang jelek. 

Wajar bila disana orang yang memiliki kemampuan intelegensi lebih bakal memilih kuliah di eropa atau di Amerika. 

3.  Lulusan minim skill

Kasusnya hampir mirip dengan Indonesia. Di Indonesia ada banyak lulusan yang ternyata  minim skill. Di Indiapun juga sama. 

Banyak lulusan sarjana teknik di India yang ternyata tidak memiliki keterampilan. Kenapa? Karena yang dipelajari hanya teknik saja.

4. Korupsi dan aji mumpung

Sebagai negara yang memiliki pemerataan ekonomi yang belum maksimal.  India memiliki polemik korupsi yang jauh lebih rumit dari Indonesia. 

Pemerintah India memiliki kasus korupsi yang terstruktur dan cukup masif.  Disana budaya sogok menyogok adalah hal bisa. 

5. Pengadaan skill yang mahal 

Setelah lulus kuliah, di India ada juga lembaga-lembaga yang memberikan pelatihan skill. Sayangnya untuk masuk ke lembaga pelatihan skill itu  biayanya mahal. 

Dan sebagian besar angka pengangguran di India rata-rata lahir dari kalangan menengah kebawah. Yang mana tidak bisa mengakses lembaga pelatihan skill. 

6. Lapangan kerja yang tidak memadai

Kegagalan pemerintah dalam menagadakan lapangan pekerjaan bagi kaum produktif di India. Bayangkan saking tidak adanya lowongan pekerjaan, di India pekerja cleaning service  saja banyak yang lulusan S1, ada yang S2, bahkan S3. 

Yap itu dia 6 faktor yang menyebabkan India memiliki jumlah pengguran yang sangat tinggi. Harapannya Indonesia bisa memanfaatkan bonus demografi yang jumlahnya juga cukup besar.